Jumat, 10 Januari 2014

10 Jenis Reptil yang Layak untuk Dipelihara 2 years ago by Coach 0 Terkadang binatang jenis reptil terlihat menjijikan sebagian orang dan jarang dijadikan sebagai binatang peliharaan. Selain menjijikan, pertimbangan orang untuk memelihara binatang berjenis reptil adalah dikarenakan ada dari sebagian mereka yang beracun. Namu, tahuhkah bahwa banyak binatang reptil yang bisa dijadikan binatang peliharan di rumah. Berikut 10 jenis reptil yang layak dipelihara di rumah. 1. Corn Snake Ular Jagung merupakan reptil yang sangat mudah dipelihara, memiliki warna dan pola lurik yang sangat menarik. Ular ini boleh dibilang sangat “eye catching”. Kenapa Ular Jagung direkomendasikan untuk dipelihara ? karena jenis ular ini sangat memiliki tabiat yang tenang dan kalem saat diberi makan. Ular Jagung tidak beracun dan memiliki panjang rata2x 1,2-1,8 meter, makanan yang digemari adalah tikus sawah. Oh ya, ular ini dapat bertahan atau dapat berumur hingga 23 tahun. 2. BALL PHYTON / ROYAL PHYTON Ular ini bisa juga dibesarkan di dalam penangkaran, kalau dilihat namanya phyton pasti dibenak juragan semua ular ini pasti sangat besar !!! Tidak benar !! ular ini tergolong kecil dengan ukuran panjang antara 90-120 cm. Jika Ular ini merasa terancam atau stress, maka dia segera meringkuk dan melingkar seperti bola. Ular ini dalam pemeliharaannya sangat membutuhkan penangkaran yang hangat dan bersih. Ball Phyton memakan tikus yang bisa diberikan 1 minggu sekali. 3. LEOPARD GECKO Reptil ini menjadi peliharaan favorit dengan ciri kulit yang bergelombang. Memelihara jenis reptil ini sangat mudah dan bisa hidup disituasi apapun. Leopard memliki panjang rata2x 20-28 cm dan berat sekitar 45-65 gram. Makanan yang disukai Leopard adalah jangkrik dan laba-laba. Untuk memelihara reptil ini diperlukan kehati-hatian yang sangat tinggi karena ekor mudah putus walaupun akan tumbuh kembali. 4. BEARDED DRAGON / POGONA Reptil ini berasala dari Benua Australia, bisa dikembangbiakan dengan cara ditangkar. Reptil ini sangat lembut dan ramah (tidak galak) memiliki panjang 2 meter dengan warna cokelat dan kuning. Kenapa dinamakan Naga Bearded karena jika jiwanya terancam maka reptil ini maka dilehernya membentuk seperti “jilatan api” mirip seperti naga. Memelihara si “naga” memerlukan ruang yang cukup besar. Pogona adalah sebangsa Omnivora, jadi bisa memakan sayuran dan serangga. Reptil ini bisa hidup samaoi 10 tahun. 5. BLUE TONGUE SKINK Reptil yang satu ini mempunyai sifat “easygoing” artinya mudah gaul dan engga takut sama manusia. Mengapa dinamakan “Blue Tongue Skink” karena kadal ini memiliki lidah berwarna biru. Tujuan lidah berwarna biru ini untuk menakut-nakuti penyerangnya. Reptil / kadal ini berasal dari benua Australia, panjang tubuhnya sekitar 17-24 inci. Yang unik adalah kadal lidah biru tidak bertelur tetapi beranak, dan termasuk golongan Omnivora yang memiliki ketahanan hidup hingga 20 tahun. 6. MONITOR LIZARD Ini adalah reptil peliharaan yang terindah. Lizard yang paling umum ditemukan adalah jenis “Monitor Savanah”. Kadal ini bisa dipelihara dan dikembangbiakan dirumah. Lizard adalah sebangsa Karnivora yang memakan tikus yang diberikan seminggu 2 kali. Reptil ini tergolong cerdas, maka diperlukan kandang agar dia tidak melarikan diri. 7. CHAMELEON Memelihara Reptil pada umumnya , disarankan jika ingin memlihara reptil pastikan juragan mendapatkannya dari PET SHOP atau tempat penangkaran. Mengapa? karena terutama jenis Bunglon ini gampang mengalami stress dimana situasi tidak sama dengan lingkungan sebelumnya maka mengakibatkan kematian bagi si Bunglon. Beda dengan rerptil lainnya, bunglon tidak suka terlalu banyak campur tangan si pemilik. Kemampuan bunglon diantaranya adalah kemampuan dia mengubah warna badannya yang disesuaikan dengan apa yg sedang dia injak. Jenis Bunglon yang layak di pelihara adalah : Veiled Jackson dan Panther. 8. RUSSIAN TORTOISE Reptil ini adalah mempunyai sifat pemalu dari jenis kura-kura darat lainnya. Kura-kura Rusia ini memiliki panjang tubuh sekitar 6-10 inci (wah cukup kecil) dengan tempurung berbentuk bulat. Kura-kura ini memakan gulma dan rumput. 9. AFRICAN SULCATA TORTOISE Kura-Kura Sulcata termasuk jenis kura-kura darat terbesar di dunia. Taji dikakinya yang menonjol tidak memiliki fungsi sama sekali. Kura-kura ini sangat mudah dipelihara, dan kura-kura ini memiliki berat rata-rata 80kg. Karena cukup besar maka tidak cocok untuk dipelihara didalam rumah maka penangkarannya harus diluar rumah (taman). Kura-kura ini memiliki tingkat hidup lebih lama ketimbang manusia. Sulcata tergolong Herbivora yang memakan buah-buahan dan tidak memakan hewani. 10. RED – EARED SLIDER Slider Red-eared adalah kura-kura air tawar dan hewan peliharaan yang menyenangkan. Tapi hati-hati juragan ada beberapa kura-kura membawa bakteri Salmonella. Maka disarankan untuk membeli hewan peliharaan harus mempunyai lisensi standar bebas penyakit menular dari dokter hewan / PET SHOP atau Pusat Penangkaran. Kura-kura ini harus memiliki tempat yang aman dan hangat. Dan untuk memberi makan cukup seminggu 2 atau 3 kali. Reptil ini adalah sejenis Omnivora.
Kadal-pasir bowring Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Ini adalah versi yang telah diperiksa dari halaman initampilkan/sembunyikan detail Langsung ke: navigasi, cari ?Kadal-pasir Bowring Lygosoma bowringiidari Cihideung Ilir, Bogor Lygosoma bowringii dari Cihideung Ilir, Bogor Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Reptilia Ordo: Squamata Upaordo: Sauria Famili: Scincidae Genus: Lygosoma Spesies: L. bowringii Nama binomial Lygosoma bowringii (Günther, 1864) Sinonim Eumeces bowringii Günther, 1864[1] Kadal-pasir bowring (Lygosoma bowringii) adalah sejenis kadal bertubuh kecil, yang menghuni tanah-tanah berpasir atau berumput di Asia Tenggara. Dalam bahasa Inggris kadal ini dikenal sebagai Bowring's Supple Skink atau Christmas Island Grass-skink[2], meski nama yang terakhir ini kurang tepat. Daftar isi 1 Pengenalan 2 Ekologi 3 Agihan 4 Catatan kaki 5 Pranala luar Pengenalan Sisi samping tubuh Kadal kecil yang bertubuh lentur, panjang dan ramping hingga sekitar 58 mm SVL (snout-vent length, dari moncong hingga anus); kepala jarang lebih besar dari lehernya. Kaki-kakinya kecil dan pendek.[3] Punggungnya berwarna cokelat perunggu. Sejalur pita kuning keputihan di sebelah atas pita hitam berjalan dari sekitar mata hingga ke ekor, lewat masing-masing sisi lateral tubuh. Di bawah pita hitam, sisik-sisik di samping tubuh berwarna krem atau kekuningan dengan tepi hitam atau dengan bercak-bercak hitam. Sisik-sisik perut berwarna kuning pada yang jantan ketika musim berbiak. Ekor berwarna merah pada hewan muda, menjadi keabu-abuan atau cokelat setelah dewasa.[3] Bagian perut Sisik-sisik licin halus, atau paling-paling berlunas lemah. Pelupuk mata bagian bawah bersisik kecil-kecil. Perisai supranasal besar; perisai supralabial (bibir atas) 6-7 buah; perisai infralabial (bibir bawah) 6-7 buah. Sisik-sisik tersusun dalam 24-28 deret melintang di tengah badan; dan 52-62 buah membujur di atas tulang punggung hingga ke pangkal ekor. Lamella (sisik-sisik besar) di bawah jari ke-4 kaki belakang 10-13 buah.[3] Ekologi Kadal yang acap ditemui di kebun dan pekarangan; hewan ini lebih sering didapati di lingkungan hunian daripada di hutan. Mangsanya terutama adalah aneka jenis serangga kecil. Kadal ini bertelur 2-4 butir setiap kali; masing-masing berukuran sekitar 7,3 × 12,4 mm. Anaknya yang baru menetas berukuran sekitar 22-23 mm SVL.[3] Seperti namanya, kadal ini kerap bersembunyi di tanah rapuh berpasir atau di rekah-rekah tanah. Agihan Kadal ini menyebar luas mulai dari India (termasuk Kepulauan Andaman), Burma, Thailand, Hong Kong, Laos, Kamboja, Vietnam, Semenanjung Malaya (termasuk pulau-pulau di sekitarnya: Pulau Tioman, Pulau Besar, Pulau Sibu), Singapura, Nusantara (Sumatra ?, Jawa, Kalimantan, Sulawesi), dan Filipina (Kep. Sulu). Juga Kepulauan Cook di Australia.[2] Di Kalimantan, sejauh ini Lygosoma bowringii baru tercatat dari Brunei, Sabah, dan Sarawak. Hewan ini diintroduksi ke Pulau

Senin, 06 Januari 2014

Laba-Laba Black Widow

?Laba-laba
Laba-laba penenun di tengah jaringnya
Laba-laba penenun di tengah jaringnya
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Arachnida
Ordo: Araneae
Clerck, 1757
Diversitas
111 suku, 40,000 spesies
Subordo
Mesothelae
Mygalomorphae
Araneomorphae
 Lihat pula Tabel Suku
Laba-laba, atau disebut juga labah-labah, adalah sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda) dengan dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak bersayap dan tak memiliki mulut pengunyah. Semua jenis laba-laba digolongkan ke dalam ordo Araneae; dan bersama dengan kalajengking, ketonggeng, tungau —semuanya berkaki delapan— dimasukkan ke dalam kelas Arachnida. Bidang studi mengenai laba-laba disebut arachnologi.
Laba-laba merupakan hewan pemangsa (karnivora), bahkan kadang-kadang kanibal. Mangsa utamanya adalah serangga. Hampir semua jenis laba-laba, dengan perkecualian sekitar 150 spesies dari suku Uloboridae dan Holarchaeidae, dan subordo Mesothelae, mampu menginjeksikan bisa melalui sepasang taringnya kepada musuh atau mangsanya. Meski demikian, dari puluhan ribu spesies yang ada, hanya sekitar 200 spesies yang gigitannya dapat membahayakan manusia.
Tidak semua laba-laba membuat jaring untuk menangkap mangsa, akan tetapi semuanya mampu menghasilkan benang sutera --yakni helaian serat protein yang tipis namun kuat-- dari kelenjar (disebut spinneret) yang terletak di bagian belakang tubuhnya. Serat sutera ini amat berguna untuk membantu pergerakan laba-laba, berayun dari satu tempat ke tempat lain, menjerat mangsa, membuat kantung telur, melindungi lubang sarang, dan lain-lain.

Morfologi

Anatomi laba-laba:
(1) empat pasang kaki
(2) cephalothorax
(3) opisthosoma
Tak seperti serangga yang memiliki tiga bagian tubuh, laba-laba hanya memiliki dua. Segmen bagian depan disebut cephalothorax atau prosoma, yang sebetulnya merupakan gabungan dari kepala dan dada (thorax). Sedangkan segmen bagian belakang disebut abdomen (perut) atau opisthosoma. Antara cephalothorax dan abdomen terdapat penghubung tipis yang dinamai pedicle atau pedicellus.
Pada cephalothorax melekat empat pasang kaki, dan satu sampai empat pasang mata. Selain sepasang rahang bertaring besar (disebut chelicera), terdapat pula sepasang atau beberapa alat bantu mulut serupa tangan yang disebut pedipalpus. Pada beberapa jenis laba-laba, pedipalpus pada hewan jantan dewasa membesar dan berubah fungsi sebagai alat bantu dalam perkawinan.
Laba-laba tidak memiliki mulut atau gigi untuk mengunyah. Sebagai gantinya, mulut laba-laba berupa alat pengisap untuk menyedot cairan tubuh mangsanya.

Indera

Mata pada laba-laba umumnya merupakan mata tunggal (mata berlensa tunggal), dan bukan mata majemuk seperti pada serangga. Kebanyakan laba-laba memiliki penglihatan yang tidak begitu baik, tidak dapat membedakan warna, atau hanya sensitif pada gelap dan terang. Laba-laba penghuni gua bahkan ada yang buta. Perkecualiannya terdapat pada beberapa jenis laba-laba pemburu yang mempunyai penglihatan tajam dan bagus, termasuk dalam mengenali warna.
Untuk menandai kehadiran mangsanya pada umumnya laba-laba mengandalkan getaran, baik pada jaring-jaring suteranya maupun pada tanah, air, atau tempat yang dihinggapinya. Ada pula laba-laba yang mampu merasai perbedaan tekanan udara. Indera peraba laba-laba terletak pada rambut-rambut di kakinya.

Pemangsaan

Kebanyakan laba-laba memang merupakan predator (pemangsa) penyergap, yang menunggu mangsa lewat di dekatnya sambil bersembunyi di balik daun, lapisan daun bunga, celah bebatuan, atau lubang di tanah yang ditutupi kamuflase. Beberapa jenis memiliki pola warna yang menyamarkan tubuhnya di atas tanah, batu atau pepagan pohon, sehingga tak perlu bersembunyi.
Laba-laba penenun (misalnya anggota suku Araneidae) membuat jaring-jaring sutera berbentuk kurang lebih bulat di udara, di antara dedaunan dan ranting-ranting, di muka rekahan batu, di sudut-sudut bangunan, di antara kawat telepon, dan lain-lain. Jaring ini bersifat lekat, untuk menangkap serangga terbang yang menjadi mangsanya. Begitu serangga terperangkap jaring, laba-laba segera mendekat dan menusukkan taringnya kepada mangsa untuk melumpuhkan dan sekaligus mengirimkan enzim pencerna ke dalam tubuh mangsanya.
Sedikit berbeda, laba-laba pemburu (seperti anggota suku Lycosidae) biasanya lebih aktif. Laba-laba jenis ini biasa menjelajahi pepohonan, sela-sela rumput, atau permukaan dinding berbatu untuk mencari mangsanya. Laba-laba ini dapat mengejar dan melompat untuk menerkam mangsanya.
Bisa yang disuntikkan laba-laba melalui taringnya biasanya sekaligus mencerna dan menghancurkan bagian dalam tubuh mangsa. Kemudian perlahan-lahan cairan tubuh beserta hancuran organ dalam itu dihisap oleh si pemangsa. Berjam-jam laba-laba menyedot cairan itu hingga bangkai mangsanya mengering. Laba-laba yang memiliki rahang (chelicera) kuat, bisa lebih cepat menghabiskan makanannya dengan cara merusak dan meremuk tubuh mangsa dengan rahang dan taringnya itu. Tinggal sisanya berupa bola-bola kecil yang merupakan remukan tubuh mangsa yang telah mengisut.
Beberapa laba-laba penenun memiliki kemampuan membungkus tubuh mangsanya dengan lilitan benang-benang sutera. Kemampuan ini sangat berguna terutama jika si mangsa memiliki alat pembela diri yang berbahaya, seperti lebah yang mempunyai sengat; atau jika laba-laba ingin menyimpan mangsanya beberapa waktu sambil menanti saat yang lebih disukai untuk menikmatinya belakangan.

Keragaman Jenis

Hingga sekarang, sekitar 40.000 spesies laba-laba telah dipertelakan, dan digolong-golongkan ke dalam 111 suku. Akan tetapi mengingat bahwa hewan ini begitu beragam, banyak di antaranya yang bertubuh amat kecil, seringkali tersembunyi di alam, dan bahkan banyak spesimen di museum yang belum terdeskripsi dengan baik, diyakini bahwa kemungkinan ragam jenis laba-laba seluruhnya dapat mencapai 200.000 spesies.
Ordo laba-laba ini selanjutnya terbagi atas tiga golongan besar pada aras subordo, yakni:
  • Mesothelae, yang merupakan laba-laba primitif tak berbisa, dengan ruas-ruas tubuh yang nampak jelas; memperlihatkan hubungan kekerabatan yang lebih dekat dengan leluhurnya yakni artropoda beruas-ruas.
  • Mygalomorphae atau Orthognatha, yalah kelompok laba-laba yang membuat liang persembunyian, dan juga yang membuat lubang jebakan di tanah. Banyak jenisnya yang bertubuh besar, seperti tarantula dan juga lancah maung.
  • Araneomorphae adalah kelompok laba-laba ‘modern’. Kebanyakan laba-laba yang kita temui termasuk ke dalam subordo ini, mengingat bahwa anggotanya terdiri dari 95 suku dan mencakup kurang lebih 94% dari jumlah spesies laba-laba. Taring dari kelompok ini mengarah agak miring ke depan (dan bukan tegak seperti pada kelompok tarantula) dan digerakkan berlawanan arah seperti capit dalam menggigit mangsanya.